Antara benci dan cinta capres 2023
Direktur Eksekutif Trust Indonesia Research and Consulting Azhari Ardinal mengatakan persaingan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo begitu ketat di segmen Pemilih. Azhari menyebut Prabowo Subianto cenderung menjadi kuda hitam.
"Dari sini kita lihat adanya pertarungan yang cukup sengit antara Anies dan Ganjar ya. Nah dimana posisi Prabowo? Justru posisi Prabowo ada di kuda hitam, artinya bisa saja mungkin pada saat beliau tidak menjadi genting, justru sebenarnya potensi menang ada di Pak Prabowo," kata Azhari dalam diskusi publik dengan tema 'Pemetaan Dukungan Capres', di Matraman, Jakarta Pusat, Rabu (17/5/2023
"Antara Anies dan Ganjar itu persaingannya ketat artinya tidak ada yang dikatakan unggul satu sama lain, tapi mungkin di sebarannya dan penekenan demografinya agak sedikit berbeda," lanjutnya.
Metode pengumpulan data dilakukan wawancara tatap muka secara langsung (offline) dengan menggunakan Stratified Random Sampling berbasis data TPS di 38 Provinsi di Indonesia. Sementara margin error survei +- 2,09% dan tingkat kepercayaan sebesar 95%.
Sebaran Pemilih Berdasarkan Provinsi
Azhari menyebutkan bahwa Anies Baswesdan unggul pada pemilih di daerah Aceh, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Bangka Belitung, Maluku Utara, NTB, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Sedangkan Ganjar Pranowo unggul di daerah Bali, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Lampung, NTT, Papua Barat, Papua Selatan, dan Sulawesi Utara.
Sementara itu, Prabowo unggul di daerah Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Maluku, Papua, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.
Berbeda dengan itu, Azhari menyebut bahwa Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, masih memiliki peluang untuk menjadi calon presiden. "Airlangga, beliau masih punya peluang karena pertama, dia penggagas KIB, kedua Golkar secara entitas politik selalu hadir dalam kontestasi pilpres," ungkapnya.
Jika dilihat berdasarkan suku dan agama, Anies unggul di suku Sunda, Melayu, Betawi, Minang, Tionghoa, Banjar, Sasak, Dayak, Aceh dan Makassar.
Sementara, Ganjar unggul pada suku Jawa, Batak, Bali, dan Minahasa. Ganjar unggul pada pemilih beragama Kristen Protestan, Katholik dan Hindu.
Sedangkan Prabowo unggul pada pemilih dengan suku Madura, Bugis dan Lampung.
Peta Sebaran Pemilih Ganjar, Anies dan Prabowo di Survei Trust
Sebaran Pemilih Berdasarkan Parpol:
Anies Baswedan unggul pada pemilih Golkar, NasDem, PKS, PAN, PBB, Demokrat, PPP dan Partai Ummat.
Sementara itu, Ganjar unggul pada pemilih dari PDIP, Partai Buruh, Gelora, Hanura, PSI dan Perindo.
Sedangkan Prabowo unggul pada pemilih PKB, Gerindra dan Garuda.
Selaim itu, survei menyebut bahwa masyarakat kota lebih banyak memilih Anies Baswedan dan masyarakat desa banyak yang memilih Ganjar Pranowo.
"Ternyata di perkotaan, itu pemilihnya ada 21.8 persen. Sementara 78.2 persen artinya pemilih desa lebih banyak. Masyarakat perkotaan ternyata lebih banyak memilih Pak Anies sebanyak 30.8 persen. Sementara di desa memilih Ganjar dengan presentasi 25.9 persen. Dan Prabowo cenderung hampir sama," ujarnya.
Menurutnya Anies unggul di perkotaan karena ia mewakili satu entitas masyarakat di kota besar. Ia mengatakan adanya pendekatan komunikasi yang berbeda antara kedua capres tersebut kepada masyarakatnya.
"Tapi yang namanya masyarakat kita kan suka generalisir, ya sudah pokoknya yang kota-kota itu Anis sementara yang desa Ganjar. Tetapi sebenarnya juga bukan masalah antara Jawa Tengah dengan DKI juga, tapi lebih dari itu. Ada pendekatan komunikasi yang berbeda anatara Anies dan Ganjar," pungkasnya.
Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbarunya terkait Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024. Salah satu hasil surveinya calon presiden (capres) Anies Baswedan mengungguli capres lainnya yakni Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto di DKI Jakarta apabila Pilpres 2024 dilaksanakan saat ini.
"Kalau sebagai Cagub (DKI) Anies Baswedan turun, tapi sebagai capres dia unggul. Top of mind (Anies) 28 persen di DKI Jakarta, disusul Ganjar 21 persen, yang ketiga Pak Prabowo (11 persen)," ujar Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi dalam konferensi pers, Kamis 11 Mei 2023.
Enam+05:21VIDEO: PPP Turut Deklarasi Ganjar Capres 2024, Pecah Kongsi dengan KIB?
Selain itu, lanjut dia, masih ada warga DKI Jakarta yang memilih Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai capres 2024. Namun, suara yang memilih Joko Widodo atau Jokowi cukup kecil yakni, 5 persen.
"Ada 5 persen menyebut Pak Jokowi. Namanya juga top of mind, kita enggak bisa larang," beber Burhanudin.
Survei tersebut dilakukan di DKI Jakarta pada 24 Februari sampai 3 Maret 2023. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di DKI Jakarta yang sudah memiliki hak pilih dalam Pemilu yakni, mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini, jumlah sampel basis sebanyak 820 orang,kemudian dilakukan oversampel di Dapil DKI I dan DKI II menjadi masing-masing 800 responden, sehingga total sample yang dianalisis sebanyak 2.060 responden.
Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis ssebanyak 820 responden memiliki toleransi kesalahan (marginoferror--MoE) sekitar ±3.5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh kota yang terdistribusi secara proporsional.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spotcheck). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.
Berikut sederet hasil survei terkini yang dirilis Indikator Politik Indonesia terkait Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

.jpeg)

Comments
Post a Comment